Melalui proses panjang yang melibatkan seluruh anggota, pengurus, dan tim perunding, PP-IP menyatukan tekad di Jakarta untuk melahirkan PKB yang mencerminkan keadilan dan keberlanjutan. Pengukuhan tim perunding menjadi awal babak baru perjuangan kolektif pekerja Indonesia Power.
Jakarta, 8 Oktober 2025 — Suasana hangat namun penuh keseriusan menyelimuti ruang pertemuan Hotel Pomelotel, Jakarta, selama dua hari pelaksanaan kegiatan Pembahasan Draft Usulan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2026–2027 dan Pembekalan Tim Juru Runding PKB 2026–2027, yang berlangsung pada Selasa–Rabu, 7–8 Oktober 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Tingkat Pusat Persatuan Pegawai PT PLN Indonesia Power (PP-IP) bersama Ketua Unit Kerja dari seluruh unit di Indonesia. Mereka datang membawa satu semangat yang sama — memperkuat posisi pekerja melalui perumusan PKB yang berpihak pada kesejahteraan anggota, menjaga hubungan industrial yang harmonis, dan mendukung keberlanjutan perusahaan.
Selama dua hari, dinamika diskusi berlangsung intens. Setiap pasal dalam draft PKB dibahas dengan teliti, mencerminkan keseriusan dan tanggung jawab kolektif para peserta. Draft PKB ini sendiri telah melalui proses panjang: penjaringan aspirasi anggota di seluruh unit kerja, evaluasi oleh pengurus unit, hingga pembahasan dan penyempurnaan oleh tim perunding pusat. Setiap tahap dijalani dengan partisipatif dan transparan, memastikan seluruh aspirasi anggota terwakili dengan baik dalam naskah final.
Puncak kegiatan berlangsung pada siang hari tanggal 8 Oktober 2025, ketika dilaksanakan seremonial penyerahan Surat Keputusan (SK) Tim Perunding PKB 2026–2027 sekaligus pengesahan Draft Usulan Perundingan PKB. Dalam momen penuh makna itu, Ketua Umum PP-IP secara resmi menyerahkan SK Tim Perunding kepada Andy Wijaya, yang menerima atas nama Ketua Tim Perunding PKB, Herwanto Wirawan.
Sehari sebelumnya, dalam sesi pengarahan pada 7 Oktober, Herwanto Wirawan menyampaikan pesan motivatif kepada seluruh peserta dan tim perunding.
“Kami menyadari betul bahwa tanggung jawab yang diemban tim perunding ini sangat besar. Namun dengan dukungan penuh dari Pengurus Pusat, para Ketua Unit, dan seluruh anggota PP-IP di seluruh Indonesia, kami siap menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Tim perunding akan bekerja dengan semangat kebersamaan, berpijak pada prinsip keadilan dan rasionalitas, serta berorientasi pada keberlanjutan perusahaan. Tujuan kami satu — menghadirkan PKB yang mampu melindungi hak dan kesejahteraan pegawai, sekaligus memperkuat peran Indonesia Power sebagai pilar penting ketenagalistrikan nasional,” tegas Herwanto Wirawan, Ketua Tim Perunding PKB 2026–2027.
Sementara itu, Ketua Umum PP-IP dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga semangat kolektif dan integritas dalam setiap tahapan perundingan.
“PKB adalah wujud nyata hubungan industrial yang sehat. Kita harus memastikan perjuangan ini melahirkan keseimbangan antara kepentingan anggota dan keberlanjutan perusahaan. Inilah bentuk tanggung jawab moral kita kepada pekerja, organisasi, dan bangsa,” tegasnya.
Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan dokumen PKB yang siap diperjuangkan, tetapi juga memperkuat solidaritas di antara para pengurus dan perwakilan unit kerja di seluruh Indonesia. Dua hari di Pomelotel menjadi penanda awal perjuangan baru PP-IP — melangkah dengan optimisme, profesionalisme, dan semangat kebersamaan menuju perundingan PKB 2026–2027.
Dengan tekad yang telah dibulatkan, PP-IP siap memperjuangkan kesejahteraan anggota melalui dialog sosial yang konstruktif, berkeadilan, dan berkepribadian Indonesia Power — demi hubungan industrial yang harmonis, keberlangsungan perusahaan, dan kedaulatan energi nasional.

