Enam Putaran Dialog Tuntas, PPIP dan Manajemen Resmi Sepakati Perjanjian Kerja Bersama Tahun 2026–2027

JAKARTA – Persatuan Pegawai Indonesia Power (PPIP) bersama Manajemen PT PLN Indonesia Power resmi menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2026–2027 dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Head Office PLN Indonesia Power, Jakarta, Selasa (31/12). Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan, serta berorientasi pada keberlanjutan perusahaan dan kesejahteraan pegawai.

PKB 2026–2027 merupakan hasil dari proses perundingan yang dilaksanakan melalui enam putaran dialog intensif yang berlangsung sejak 19 November hingga 30 Desember 2025. Seluruh rangkaian perundingan dijalankan secara terbuka, konstruktif, dan mengedepankan prinsip dialog sosial yang sehat. Dalam proses tersebut, PPIP secara konsisten mengawal aspirasi pegawai, sekaligus memperhatikan dinamika dan tantangan bisnis perusahaan di tengah transisi energi dan perkembangan industri ketenagalistrikan nasional.

Dialog Setara, Kepastian bagi Pegawai

Ketua Umum PPIP, Dwi Hantoro, menyampaikan bahwa proses perundingan PKB kali ini mencerminkan kedewasaan hubungan industrial di PLN Indonesia Power, di mana setiap perbedaan pandangan dibahas secara rasional dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

“Sejak dimulai pada 19 November hingga 30 Desember 2025, enam putaran dialog telah kita lalui dengan diskusi yang dinamis namun tetap menjunjung tinggi prinsip saling menghormati. PKB 2026–2027 ini merupakan bentuk kepastian bagi seluruh insan PLN Indonesia Power, khususnya rekan-rekan yang berada di garda terdepan operasional pembangkit, bahwa hak dan kesejahteraan mereka diperjuangkan secara adil dan berkelanjutan,” ujar Dwi Hantoro.

Ia menegaskan bahwa kepastian hubungan kerja dan peningkatan kesejahteraan pegawai merupakan fondasi penting dalam menjaga semangat, profesionalisme, serta komitmen pegawai untuk mendukung keandalan pasokan listrik nasional.

Tantangan dan Arah Ke Depan Perusahaan

Direktur Utama PT PLN Indonesia Power, Bernandus Sudarmanta, menyampaikan bahwa ke depan perusahaan akan menghadapi tantangan strategis, khususnya dalam aspek efisiensi, pengembangan energi bersih, serta pembangunan dan pengembangan pembangkit.

“Tantangan ke depan bagi PLN Indonesia Power adalah bagaimana perusahaan terus meningkatkan efisiensi, beradaptasi dengan transisi menuju energi bersih, serta melakukan pembangunan dan pengembangan pembangkit secara berkelanjutan. Target jangka panjangnya adalah bagaimana Indonesia Power mampu memiliki market share sekitar 30 persen dalam 10 hingga 20 tahun ke depan,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi seluruh insan perusahaan, termasuk peran strategis PPIP, menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan tersebut.

Apresiasi kepada Tim Perunding

Baik Ketua Umum PPIP maupun Direktur Utama PLN Indonesia Power menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim perunding dari kedua belah pihak yang telah bekerja secara profesional, penuh dedikasi, dan mengedepankan semangat musyawarah selama proses perundingan, hingga PKB 2026–2027 dapat disepakati dan ditandatangani.

Kesepakatan ini dipandang sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan perusahaan sekaligus memastikan peningkatan kesejahteraan anggota secara berimbang.

Komitmen Mengawal Implementasi PKB

Dengan ditandatanganinya PKB 2026–2027, PPIP menyatakan kesiapan untuk mengawal implementasi perjanjian secara konsisten di seluruh unit kerja PLN Indonesia Power, serta terus berperan sebagai mitra strategis manajemen dalam menjaga stabilitas operasional dan hubungan industrial yang kondusif.

Penandatanganan PKB ini menjadi penutup tahun 2025 yang sarat makna, sekaligus membuka optimisme baru bagi seluruh insan PLN Indonesia Power untuk melangkah ke masa depan dengan semangat kebersamaan, solidaritas, dan tanggung jawab bersama.

Discover more from Persatuan Pegawai PLN Indonesia Power

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading